"Kita tunggu saja hasil rapimpnas Partai Golkar. Sekarang saya belum tahu, bagaimana mekanisme penjaringan capresnya," kata Sultan seusai membuka acara Pameran Te-collabo, kerja sama antara Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan Pemerintah Prefektur Kyoto di Jogja National Museum (JNM), Gampingan, Senin (16/2/2009).
Sultan menegaskan dirinya tidak mau menanggapi isu-isu yang berkembang saat ini, terutama isu-isu yang memojokkan dirinya yang menginginkan bisa maju melalui Partai Golkar. "Kita belum tahu. Lihat saja perkembangannya hingga 9 April nanti," tegas dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga tidak mempermasalahkan foto atau gambar dirinya dipakai untuk iklan Golkar. "Boleh saja, saya juga mengizinkan, kok," ungkap raja Keraton Yogyakarta itu.
Ketika ditanya apakah pencapresannya melalui Partai Golkar bakal mendapat dukungan dari daerah-daerah di Indonesia, dia mengungkapkan hal itu diserahkan sepenuhnya kepada DPD Partai Golkar di penjuru nusantara. "Biar DPD-DPD yang mengusulkan sendiri capres yang dipilihnya," pungkas Sultan sambil memasuki mobil dinasnya. (bgs/asy)











































