"Tidak otomatis seorang Ketua Umum jadi capres," tandas Wakil Ketua Partai Golkar Agung Laksono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/2/2009).
Setelah Jusuf Kalla menyetujui model penjaringan survei, Agung menegaskan, Partai Golkar tidak akan menempuh cara-cara yang mirip konvensi 2004 untuk menjaring capres. "Cara itu dianggap menghabiskan dana dan waktu, namun tidak sukses," kata pria yang juga menjabat Ketua DPR itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami lebih mendengar suara-suara masyarakat. Tidak lagi hanya internal," ujar pria kelahiran 23 Maret 1949 itu.
Setelah survei selesai, kata Agung, hasilnya akan diserahkan ke DPP Partai Golkar. "Baru nanti diajukan ke Rapimnas," katanya. (ken/asy)











































