Berikut sebagian pantun politik yang menarik karya para pembaca:
Naik kereta dari Stasiun Kranji
Mampir dulu ke toko roti
Partai Ku Sayang tak obral janji
Dia selalu menghadirkan bukti
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada juga yang rasa stroberi
Yang ke panti pijat mengaku khilaf dan bertobat
Dan dia sudah mengundurkan diri dipecat
Roti kumakan yang coklat dulu
Yang stroberi untuk nanti
Iklan dibuat agar kita semakin padu
Membangun bangsa membangun negeri
Sampai stasiun kereta..
pukul setengah dua
duduk aku menunggu...
tanya loket dan penjaga
kereta tiba pukul berapa
Itu dia keretaku tiba
Warna coklat sedikit jingga
Meski dia berdosa, tapi dia juga punya pahala
Tidak selalu harus kita cela (ruhama)
Ke Pasar Minggu membeli salak
Buah di pohon jadi harus dipanjat
Kalo ngakunya bersih dan berakhlak
Kenapa juga ke panti Pijat (Cekakan)
Ke pasar membeli petai
Jangan lupa cari tauco
Kalau nanti memilih partai
jangan pilih yang iklannya Ngaco (Gempar)
Perjuangan itu tak pernah berhenti sepanjang zaman
Sejatinya falsafah angka Delapan
Jika ingin Indonesia maju di masa depan
Dukunglah partai yang berkeadilan dan berkesejahteraan
Kalau korupsi itu adalah bencana
ianya lebih besar dari tsunami dan bencana yang ada
Kalau mau tau kader partai yang belom ketangkep KPK
Itulah kader Partai Keadilan Sejahtera (aal871)
Dari Stasiun Senen menuju Kranji
Kagak beli tiket di tangkep polisi
Daripada milih yang masih janji
Mendingan pilih yang bukan oposisi (Abu Waras)
Anak sekolah banyak pandai membolos
ada kakek-kakek hampir sekarat
pokoknya gua tetap nyoblos
yang jelas bukan Golkar, tentara atau Demokrat (faizahzt)
Angkat batu terasa berat
Kalau digotong sendirian
Kalau kita pilih Demokrat
hidup pun tiada beban
Naik Kereta ke Stasiun Kranji
Di Stasiun Senen, ada tukang Rambutan
Daripada ngarepin yang masih janji
Mendingan.. mari kita Lanjutkan! (abuwaras)
Ingin membalas pantun-pantun yang kritis dan menggelitik ini? Jangan sampai calon dan parpol Anda tak berdaya disindir. Silakan gabung dan kirimkan pantun politik Anda melalui: Forum Pantun Politik.
(asy/asy)











































