"Saya rasa itu pendapat pribadi," kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono, usai menghadiri peresmian Radio Sabili On Air di Jl Cipinang Cempedak III No 11 A, Jakarta Timur, Sabtu (14/2/2009).
Agung menilai, secara demokrasi wacana gerakan Nonblok yang dikemukakan kader Golkar adalah hal yang lumrah. Golkar sendiri baru akan menentukan capresnya setelah pemilu legislatif nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Agung menambahkan, penentuan capres maupun koalisi antar partai bukanlah wewenang kader secara pribadi. Penentuan itu harus melalui mekanisme resmi partai. "Semua ada dalam Rapimnas khusus nanti," pungkasnya.
Gerakan Nonblok diwacanakan untuk menghadapi adanya kubu Blok M dan Blok S. Tujuannya agar Partai Golkar bisa menandingi kuatnya dominasi dua kubu tersebut.
(ape/nik)











































