Kemungkinan pertama, Golkar akan mencari tokoh yang memiliki karakter mirip dengan SBY, yakni mantan orang militer. Jika ini yang dicari, kemungkinan besar Golkar akan memasang Sutiyoso sebagai cawapres.
Gubernur DKI ini selain berlatarbelakang mirip SBY, yakni mantan militer, juga pernah memiliki pengalaman sebagai seorang pemimpin daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemungkinan kedua, Golkar akan mencari tokoh dari partai tengah. Jika ini yang dipilih, kemungkinan Golkar akan melirik Hidayat Nurwahid sebagai cawapres. Pilihan ke Mantan Presiden PKS ini memang logis. Ketokohan Hidayat dianggap mampu menyedot suara loyal PKS.
"Kalau cawapres dari partai tengah yakni Hidayat Nurwahid," ujar Priyo lagi.
Kemungkinan ketiga, meski agak mustahil, tapi bukan tidak mungkin akan dilakukan oleh Golkar. Yakni mengusung capres dan cawapres dari internal partai.
"Tapi misalnya jika kami berani, apa salahnya jika capres dan cawapres kader Golkar semua," tandas dia.
Misalnya saja Ketua Umum Jusuf Kalla (JK) yang diusung sebagai capres. Maka
kemungkinan cawapresnya adalah figur yang mempunyai karakter berlainan dengan JK.
Jika JK berasal dari luar Jawa, sambung Priyo, maka cawapresnya yang dianggap pas melengkapi, adalah tokoh dari Jawa. "Kalau JK capres, kemungkinan menggandeng tokoh yang karakternya di luar karakter JK, yakni tokoh Jawa," kata Priyo menambahkan.
Jika tokoh Jawa, bukan tidak mungkin Sultan Hamengkubuwono X bersanding dengan JK. "JK-Sultan misalnya," pungkas dia. (Rez/irw)










































