Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Center for religious & Cross-Cultiral Studies (CRCS), Dr Zainal Abidin Bagir, di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (13/2/2009).
"Saat ini kita masih perlu hati-hati, politisasi agama dalam pilkada masih terjadi. Dalam pemilu 2009 nanti, kami kira hal itu juga masih ada," kata Zainal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Zainal dari penelitian yang dilakukan CRCS atau Pusat Studi Agama dan Lintas Budaya UGM, selama tahun 2008 terdapat 20 kasus tindak kekerasan terhadap kelompok Ahmadiyah. Sedang konflik keagamaan lainnya seputar keberadaan rumah ibadah sebanyak 12 kasus, terutama menyangkut izin pendirian rumah ibadah.
"Yang tercatat pada kami sekitar 20-an kasus dari Ahmadiyah. Mungkin bisa lebih besar lagi. Ini merupakan kasus kekerasan terbesar selama 2008," kata Zainal didampingi staf peneliti Suhadi saat menyampaikan Laporan Tahunan Kehidupan Beragama di Indonesia tahun 2008.
Zainal menegaskan, data tersebut dapat menjadi indikator ada atau tidaknya politisasi agama. Hal itu juga bisa menjadi salah satu poin indikator fairness sistem monitoring pemilu 2009.
"Saat ini waktu yang tepat untuk menguji dan mendesak pada caleg, wakil daerah, capres dan cawapres, apakah mereka siap untuk memperjuangkan kebebasan beragama dan anti kekerasan," pungkas Zainal. (bgs/djo)










































