"Kalau kami di DPP sudah bisa selesai. Kalau terbawa teman-teman di daerah masih geregetan, dan kami di DPP terus terang kewalahan menghadapi amarah dan kekecewaan mereka minta dibalas," ujar Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso.
Hal itu disampaikan Budi dalam diskusi bertajuk 'Panas Dingin Hubungan Partai Demokrat dan Partai Golkar' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Priyo, kader Golkar secara psikologis ibarat tersiram api atas pernyataan Mubarok. Oleh karena itu, Priyo meminta PD memahami ketegangan batin di internal partai berlambang beringin ini.
Priyo menambahkan partai Golkar tidak bisa dianggap sepele atas ucapan wakil Ketum PD Ahmad Mubarok bahwa Golkar hanya akan mendapat suara 2,5 persen. Menurutnya, PD dan Golkar merupakan partai yang akur.
"Kalau kami dianggap sepele, kami bisa-bisa berfikir soal menduetkan SBY dan JK dan kelanjutan koalisi PD dan Golkar," kata Priyo.
Silakan Konflik dengan Mubarok
Sementara Ketua DPP PD Anas Urbaningrum merasa yakin perselisihan antara Golkar dengan Demokrat sudah selesai. Demokrat tidak mau konflik menjadi berkelanjutan. "Kalau mau berkonflik, silakan dengan Pak Mubarok," ujar Anas.
Anas mengungkapkan, Demokrat sepakat mengakhiri konflik dengan Golkar. Sebab Demokrat merasa masih muda dalam berpolitik dibanding Golkar.
"Kami menghormati Golkar yang lebih senior di pentas politik," tandas mantan anggota KPU ini.
(nik/iy)











































