Golkar Masih Geregetan dengan PD

Golkar Masih Geregetan dengan PD

- detikNews
Jumat, 13 Feb 2009 16:24 WIB
Golkar Masih Geregetan dengan PD
Jakarta - Mencairnya ketegangan Partai Demokrat (PD) dengan Partai Golkar ternyata baru terjadi di level atas. Meski sudah mencair, DPD Golkar masih gregetan. Bahkan kader daerah minta Golkar balas dendam.

"Kalau kami di DPP sudah bisa selesai. Kalau terbawa teman-teman di daerah masih geregetan, dan kami di DPP terus terang kewalahan menghadapi amarah dan kekecewaan mereka minta dibalas," ujar Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso.

Hal itu disampaikan Budi dalam diskusi bertajuk 'Panas Dingin Hubungan Partai Demokrat dan Partai Golkar' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hubungan PD-Golkar tegang menyusul pernyataan Wakil Ketua PD Ahmad Mubarok yang menyebut Golkar bisa saja mendapat suara 2,5 persen pada Pemilu 2009. Presiden SBY yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina PD bahkan langsung turun tangan memberikan klarifikasi.

Menurut Priyo, kader Golkar secara psikologis ibarat tersiram api atas pernyataan Mubarok. Oleh karena itu, Priyo meminta PD memahami ketegangan batin di internal partai berlambang beringin ini.

Priyo menambahkan partai Golkar tidak bisa dianggap sepele atas ucapan wakil Ketum PD Ahmad Mubarok bahwa Golkar hanya akan mendapat suara 2,5 persen. Menurutnya, PD dan Golkar merupakan partai yang akur.

"Kalau kami dianggap sepele, kami bisa-bisa berfikir soal menduetkan SBY dan JK dan kelanjutan koalisi PD dan Golkar," kata Priyo.

Silakan Konflik dengan Mubarok

Sementara Ketua DPP PD Anas Urbaningrum merasa yakin perselisihan antara Golkar dengan Demokrat sudah selesai. Demokrat tidak mau konflik menjadi berkelanjutan. "Kalau mau berkonflik, silakan dengan Pak Mubarok," ujar Anas.

Anas mengungkapkan, Demokrat sepakat mengakhiri konflik dengan Golkar. Sebab Demokrat merasa masih muda dalam berpolitik dibanding Golkar.

"Kami menghormati Golkar yang lebih senior di pentas politik," tandas mantan anggota KPU ini.
(nik/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads