JK, Akbar & Sultan Dominasi Usulan Daerah

Penjaringan Capres Golkar

JK, Akbar & Sultan Dominasi Usulan Daerah

- detikNews
Kamis, 12 Feb 2009 14:07 WIB
JK, Akbar & Sultan Dominasi Usulan Daerah
Jakarta - Persaingan antara nama-nama tenar di Partai Golkar akan kembali terjadi. Nama-nama seperti Jusuf Kalla, Akbar Tandjung dan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dipastikan bakal lolos. Nama mereka selalu masuk usulan kandidat capres dari daerah.

"Kami akan mengusulkan 7 nama antara lain JK, Akbar Tandjung, Sultan HB X, Agung Laksono dan Surya Paloh," terang Kordinator bidang OKK dan Pemenangan Pemilu DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) Alex Enna ketika dihubungi detikcom, Kamis (12/2/2009).

Alex juga mengungkapkan kader Golkar di NTT masih banyak yang loyalis terhadap Akbar. Bahkan ia menyebut Akbar sebagai pahlawan Golkar. "Akbar Tandjung pasti kami dukung. Dia adalah pahlawan Golkar, saat keadaan sulit, dia malah membawa Golkar jadi pemenang," kata Alex.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah tokoh Golkar yang mengincar capres partai beringin pun sudah seringkali melakukan kunjungan daerah. "Sultan, Akbar dan Surya Paloh sudah pernah datang ke NTT mengunjungi. Tentunya akan menjadi hal positif jika ia berkunjung," terangnya.
 
Sementara itu, Sekretaris DPD I Maluku, Marthinus Poseratu juga mengungkapkan jika mereka juga akan memasukkan nama-nama tenar para tokoh Golkar. "Tentunya Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, Surya Paloh, Sultan, dan Aburizal Bakrie," katanya.

Marthinus memprediksi 7 capres yang akan dijaring Partai Golkar tidak akan lepas dari nama-nama besar para punggawa Golkar ini. Bahkan 33 DPD I diprediksi pasti akan menyebut JK, Akbar, dan Sultan.

Dari usulan DPD I, nama-nama capres akan dikerucutkan menjadi 7 nama. 7 nama ini akan di survei, sejauh mana tingkat elektibilitasnya sebelum Pemilu Legislatif. Survei kedua lalu dilakukan usai Pemilu Legislatif, namun bedanya dengan survei pertama, survei ini telah memasang-masangkan para tokoh Golkar. Hasil survei ini kemudian akan dibawa ke Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnaksus). (gun/iy)


Berita Terkait