"Kami minta tolong Pak Syamsul Bahri disampaikan ke teman-teman KPU. Paling tidak sudah siap surat kerjasamanya," ujar Ketua Umum IDI Fahmi Idris.
Fahmi menyampaikan hal itu dalam diskusi IDI yang bertema Pemeriksaan Capres dan Cawapres 2004 di kantor Pusat IDI, Jl GS Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/9/2009).
Menurut Fahmi, jika kerjasama sudah diteken, pihaknya akan segera menyusun tim dan melakukan persiapan-persiapan. "Karena kalau mepet semuanya jadi tergesa-gesa," imbuh Fahmi.
Fahmi berharap, dana pemeriksaan kesehatan tidak sesulit pada Pemilu 2004. "Saya senang sekali kata Pak Ferry Mursyidan Baldan dibiayai oleh negara. Tetapi ya jangan kayak 2004, nagihnya susah karena menggunakan RS milik pemerintah," katanya.
Fahmi menuturkan, pemeriksaan kesehatan capres dan cawapres akan memeriksa secara neurologi, psikiatri dan fisik. Dari pemeriksaan itu akan dapat diketahui potensi kepribadian seseorang dari sistem syarafnya.
"Sehingga kita bisa mengetahui bagaimana seseorang mengambil keputusan. Jadi saat menjalankan tugas dapat menjalankannya dengan baik," tandas Fahmi. (nik/nrl)











































