JK Belum Pulang, DPD Golkar Telah Terima Surat Penjaringan Capres

JK Belum Pulang, DPD Golkar Telah Terima Surat Penjaringan Capres

- detikNews
Kamis, 12 Feb 2009 12:40 WIB
JK Belum Pulang, DPD Golkar Telah Terima Surat Penjaringan Capres
Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) meminta surat penjaringan capres dikirim ke daerah setelah ia tiba di tanah air. Tapi ternyata permintaan JK tidak dijalankan pengurus DPP Golkar. Buktinya, sejumlah daerah telah menerima surat itu.

"Kami sudah menerimanya, dua hari yang lalu. Di situ disebutkan bahwa daerah mengusulkan nama capres sebanyak-banyaknya 7 orang," ujar Sekretaris DPD I Maluku, Marthinus Poseratu, ketika dihubungi detikcom, Kamis (12/2/2009).

Menurut Marthinus, dengan adanya surat itu, maka DPD I akan segera memasukkan nama-nama capres yang mereka usulkan. Usulan nama capres dari Maluku dijaring dari sejumlah DPD II di Provinsi Maluku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal kebenaran telah dikirimkannya surat yang meminta masukan nama-nama capres juga dibenarkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Ahmadi Noor Supit.

"Sebagian sudah dikirimkan, dan sampai ke daerah bersangkutan. Seandainya, semua DPD I punya faks, pasti sudah sampai semua," terang Ahmadi ketika dihubungi detikcom.

Keterangan ini tentunya berbeda dengan pernyataan Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono. Agung mengatakan, surat ini akan dikirim setelah JK tiba di tanah air, dari lawatannya ke sejumlah negara di antaranya Jepang, Amerika, Belgia dan Jepang.Β  "Surat edarannya sudah siap beserta dengan petunjuknya. Namun, saya sudah berkomunikasi dengan Pak Jusuf Kalla di Belgia. Beliau bilang, tunggu beliau pulang. Baru setelah surat clear, dikirim dan dari daerah diharapkan akan direspon sesuai dengan petunjuk dari surat," kata Agung kepada wartawan beberapa hari lalu.

Perbedaan keinginan JK dan apa yang dilaksanakan oleh sejumlah pengurus ini tentunya kian mengindikasikan adanya perbedaan di tubuh beringin. Pasalnya, penjaringan capres partai Golkar ini memang bisa mengancam kelanggengan hubungan SBY-JK pada Pilpres 2009 nanti.

(gun/iy)


Berita Terkait