Meski dari Partai Besar, Ketua Umum Banyak yang Tak Dikenal

Warna Politik Indonesia

Meski dari Partai Besar, Ketua Umum Banyak yang Tak Dikenal

- detikNews
Kamis, 12 Feb 2009 09:58 WIB
Meski dari Partai Besar, Ketua Umum Banyak yang Tak Dikenal
Jakarta - Di zaman Orde Baru, Soeharto menjadi primadona karena lama menjadi presiden dan menjadi Ketua Dewan Pembina Golkar. Pesona Soeharto di Golkar mengalahkan para ketua umum (ketum) Golkar kala itu.

Saat ini, di era reformasi, kondisi ternyata tidak berubah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga punya jabatan yang sama dengan Soeharto di partainya, Partai Demokrat (PD). Hal yang tidak jauh beda juga terjadi di Partai Gerindra.

"Gerindra itu ya Prabowo, dan kemudian Gerindra terus menonjolkan Prabowo sendiri. Karena Gerindra ini kendaran politik untuk Prabowo," ujar pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli kepada detikcom, Kamis (12/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak populernya Ketum Gerindra, Suhardi, menurut Romli sebenarnya tidak jadi masalah. Yang penting, menurutnya, Ketum punya peran signifikan. "Tidak mesti berambisi di parlemen. Tapi harus bisa menata partai tersebut," ujarnya.

Di Amerika, lanjut Romli, ketum partai banyak yang tidak ngetop. Tapi mereka mampu membuat mesin partai berjalan dengan baik. "Kalau di Indonesia tidak terkenal dan tidak berperan pula," seloroh Romli.

Sama halnya dengan Gerindra, Demokrat seolah-olah menjadi kepunyaan SBY. "Semua orang tahu, Demokrat besar karena SBY. Orang lebih kenal SBY daripada Hadi Utomo (Ketum PD)," imbuhnya.

Bayangkan, untuk partai setenar Gerindra dan Demokrat saja orang banyak yang tidak tahu ketumnya. Apalagi partai-partai gurem yang sepertinya harus siap-siap menelan pil pahit dalam Pemilu 2009 nanti.

"Ini sebenarnya tidak bagus. Meski tidak harus populer dan berambisi dengan kekuasaan, tapi setidaknya partai harus diisi dengan ketum yang mampu mengelola partai," pungkasnya.

Tapi kini juga partai besar yang mempunyai ketum yang terkenal, seperti Partai Golkar dengan ketumnyaJusuf Kalla.


(anw/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini