"Lho itu kan soal nama doang ketua umum itu. Itu nama saja, basa--basi. Yang memimpin (PD) itu SBY," ujar pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit ketika diminta tanggapan detikcom, tentang jumpa pers yang digelar SBY, Rabu (11/2/2009).
Arbi mengatakan apa yang dilakukan SBY, mengumumkan sendiri teguran kepada elitnya itu sudah benar. SBY harus meluruskan sendiri elit partai yang menyimpang dari kebijakan di rapimnas, yang berkomitmen tidak menyinggung koalisi partai dan cawapres sebelum pemilihan legislatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan SBY yang harus turun sendiri karena masalahnya sudah merembet keluar. Dan karena aksi elitnya menimbulkan reaksi yang tidak diharapkan dari JK.
Apa ini berarti SBY panik?
"Kalau panik dia balas dengan marah. Dia meluruskan apa yang harus diluruskan pada JK, dan menyampaikan apa yang sesungguhnya harus disampaikan," jelas Arbi.
Kendati SBY dominan di PD, namun masih berbeda dengan Gus Dur. "Gus Dur itu sukanya membalas, bukan meluruskan. Kalau SBY ini meluruskan," tegas dia. (nwk/nrl)










































