SBY Dominan, PD akan Bernasib Seperti PKB?

SBY Dominan, PD akan Bernasib Seperti PKB?

- detikNews
Rabu, 11 Feb 2009 07:27 WIB
SBY Dominan, PD akan Bernasib Seperti PKB?
Jakarta - Kisruh yang terjadi di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) disinyalir karena Ketua Dewan Syuro PKB, Gus Dur, terlalu dominan. Akankah nasib yang dialami PKB juga hinggap di Partai "plat merah" , Demokrat?

Partai bikinan Presiden SBY ini tiba-tiba memanas. Dipicu oleh pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Ahmad Mubarok yang dianggap melecehkan sahabat PD, Golkar, SBY menegur keras Mubarok.

Β "Saya telah menegur Mubarok...Yang jelas Partai Demokrat tidak pernah terpikir untuk melecehkan Golkar. Tidak ada niat sama sekali," kata SBY saat jumpa pers di kediaman pribadinya di Cikeas, Jawa Barat, Selasa 10 Februari kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SBY menggarisbawahi, pernyataannya itu ditujukan kepada Mubarok andai saja benar adanya apa yang telah disampaikan Mubarok dalam media.

Kasus ini berawal saat Mubarok ditanya soal kapan PD menentukan cawapres pendamping SBY saat mengikuti Rapimnas PD di Kemayoran beberapa hari lalu. " Ada pertanyaan dari wartawan bisa nggak suara Golkar turun menjadi 2,5 persen? Jawab saya bisa 2,5 persen, 10 persen dan bisa berapa saja. Tidak ada niatan untuk merendahkan atau melecehkan," elak Mubarok saat dihubungi detikcom via telepon Selasa 10 Februari malam.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla yang sedang melakukan lawatan ke luar negeri geram dengan pernyataan Mubarok, meski diucapkan dengan raut muka sumringah. "Jangan ada yang bermimpi Golkar itu 2 persen. Jangan bermimpi buruk, itu hanya mimpi seseorang," sindir JK.

Tak kalah geramnya dengan JK, Ketua Fraksi Golkar Priyo Budi Santoso mengeluarkan pernyataan yang lebih keras. Menggunakan kata-kata yang biasanya dipakai Bang Rhoma 'terlalu', Priyo menganggap Golkar telah dilecehkan oleh Demokrat.

Β "Pernyataan itu, sungguh terlalu untuk ukuran partai yang bersahabat. Kalau itu tidak dikoreksi, rencana duetkan SBY-JK kembali berada di ujung tanduk," ancam Priyo usai menghadiri acara MKGR di Tennis Indoor Senayan tadi malam.

Pernyataan SBY yang reaktif dan terkesan mendominasiΒ Β  ini mengingatkan publik pada sosok Gus Dur. Sebagai Ketua Dewan Syuro, Gus Dur oleh banyak kalangan dianggap terlalu cawe-cawe terhadap sesuatu yang harusnya cukup dilakukan oleh Dewan Tanfidz. Seperti Gus Dur yang sering "mengintervensi" kebijakan PKB soal penentuan calon kepala daerah yang diusung partai berlambang bintang sembilan itu. Intinya, sedikit-sedikit harus ada restu Gus Dur.

Dalam persoalan PD dengan Partai Golkar, di mana Ketua Umum PD Hadi Utomo? Hadi Utomo yang merupakan saudara ipar SBY, tercatat sebagai ketua umum yang jarang bicara ke publik. Padahal, dalam kasus seperti ini, seharusnya Hadi Utomo yang bereaksi, bukan SBY. Sebab, dari Golkar, yang bereaksi adalah Ketua Umumnya, JK.

Seharusnya SBY tidak terlalu reaktif menyikapi komentar Ahmad Mubarok. Semestinya, teguran cukup dilakukan olehΒ  Hadi Utomo, atau setidaknya SBY cukup meminta Hadi Utomo untuk menegur Mubarok, bukan langsung jumpa pers.

Sikap SBY yang terkesan mendominas ini mendapat kritikanΒ Β  keras oleh capres independen, Fadjroel Rahman. SBY dianggap melecehkan Ketua Umum PD.

" SBY melecehkan Ketua Umum PD dengan mengambilalih wewenang Hadi Utomo. Padahal, SBY hanya Ketua Dewan Pembina," kata Fadjroel dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Rabu (11/2/2009).

Menurut Fadjroel, ini menunjukkan SBY memang berguru total pada Soeharto yang memperlakukan Golkar sekadar perpanjangan tangan saja. "Padahal, Soeharto juga hanya Ketua Dewan Pembina," imbuhnya.

Sikap SBY yang dianggap sangat reaktif ini juga dikritik fungsionaris PDIP, partai oposisi pemerintah yakni Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait. Dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Kantor DPP Golkar kemarin, Maruarar mengibaratkan kuping Presiden SBY tipis. Sehingga sangat reaktif dengan masalah-masalah yang terjadi di sekelilingnya.
(anw/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads