"Ini jelas ditujukan kepada kami. Sepertinya SBY sudah gamang. Buktinya kupingnya sudah sangat tipis sekali mendengar isu itu yang terjadi belakangan ini," ujar Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait.
Maruarar menyatakan hal itu dalam diskusi bertajuk "Koalisi sebaiknya sebelum atau sesudah pemilu" yang berlangsung di Kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Neli, Slipi, Jakarta, Selasa (10/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komunikasi yang dilakukan dengan para cawapres, lanjut Maruarar, justru merupakan penghargaan PDIP terhadap para cawapres yang diundang. Dengan demikian, akan terjadi penjajakan terhadap para calon pendamping Megawati Soekarnoputri.
"Justru karena kami menghargai mereka agar penentuan cawapres nantinya tidak praktis. Jadi ada penjajakan," imbuhnya.
Dia menambahkan, para cawapres yang telah diundang Mega belum tentu mau datang jika diundang SBY. "Jika diundang Ibu Mega mereka mau hadir, belum tentu kalau diundang SBY mereka mau hadir juga," pungkasnya.
Hadir dalam diskusi ini Ketua Fraksi Demokrat Syarif Hasan, Direktur Reform Institute Yudi Latief dan politisi PKS Zulkieflimansyah. (anw/iy)











































