"Ada kemungkina besar duet itu goyah. Selama ini kita dukung, manfaat politik malah diraih Partai Demokrat. Golkar kan mencederai diri sendiri, Golkar tidak mungkin mengambil risiko kedua kali, kalau Pemilu kita bisa habis," terang Sekretaris DPD I Partai Golkar DIY, John Keban ketika dihubungi detikcom, Selasa (10/2/2009).
Penjaringan yang dibuka Partai Golkar akan memunculkan nama-nama lain selain JK. Setelah dijaring, DPP juga akan melakukan survei dua kali, untuk melihat sejauh mana tingkat keterpilihan calon yang telah dijaring.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"JK itu sebetulnya tidak berminat untuk maju sebagai orang nomor satu, sehingga jika kekuatan Golkar mendapat suara signifikan, bisa saja Golkar mengusung dari internal sendiri. Bisa saja Sultan-JK, Sultan-Akbar Tandjung, atau Sultan-Agung. Ini bisa saja," jelas John.
Pada kesempatan lain, Ketua Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Partai Golkar, Zainal Bintang menyarankan agar JK segera mengumumkan dirinya siap jadi capres Golkar. "Untuk mengunci lawan-lawannya yang sekarang menggeliat di dalam tubuh Golkar, JK harus segera mengumumkan dirinya siap jadi Capres," saran Zainal.
Penjaringan capres Golkar dibuka Februari ini melalui rapat harian yang digelar Golkar. DPP pun mengirimkan surat ke DPD I untuk memasukkan nama-nama capres yang diusulkan, pada bulan ini. Nama-nama capres ini akan dijaring, dan disurvei sebanyak dua kali.
(gun/iy)











































