"Itu masa lalu. Saya enggak mau berkomentar. Sudah lewat deh. Lagian sudah tidak dipakai lagi (Konvensi) itu," kata Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2009).
Sebelumnya, JK dalam suatu kesempatan di Den Haag mengatakan, konvensi Golkar yang dilakukan di bawah kepemimpinan Akbar hanyalah bentuk pengalihan perhatian dari kasus Buloggate yang menimpa sang ketua umum waktu itu.
Menurut Agung, lepas dari masalah tersebut pun, konvensi tahun 2004 sudah terbukti tidak berhasil. Konvensi tersebut memunculkan Wiranto sebagai capres, namun dikalahkan oleh pasangan SBY-JK dan Megawati-Hasyim Muzadi.
"Hasilnya tidak sukses juga. Oleh karena itu, tidak ada jaminan dengan konvensi akan berhasil. Banyak waktu, tenaga, biaya, berbulan-bulan, tapi hasilnya enggak sukses," pungkas Agung sambil mengatakan, capres Golkar lebih baik ditentukan melalui survei.
(irw/nrl)











































