Rully: Penjaringan Capres Bukan untuk Jegal JK

Rully: Penjaringan Capres Bukan untuk Jegal JK

- detikNews
Selasa, 10 Feb 2009 11:30 WIB
Rully: Penjaringan Capres Bukan untuk Jegal JK
Jakarta - Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Rully Chaerul Azwar menegaskan rapat DPP yang memutuskan penjaringan capres bukan merupakan upaya penjegalan terhadap Jusuf Kalla. Keputusan penjaringan capres sebelum pemilu merupakan amanat Rapimnas yang harus dijalankan.

"Penetapan nama capres atau cawapres tetap pada Rapimnassus setelah pemilu, tidak ada perubahan. Kalau ada wacana mau dimajukan oleh beberapa kalangan, itu tidak benar. Penjaringan itu hanya mengumpulkan nama-nama," kata Rully pada detikcom, Selasa (10/2/2009).

Menurut mantan anggota DPR ini, dalam penjaringan capres internal Partai Golkar ini, tidak akan diputuskan siapa yang akan didukung partai. Penjaringan hanyalah cara untuk menyusun nominasi dan mengakomodasi masukan kader daerah.

"Rapimnas 2008 menetapkan, ada survei untuk capres dan cawapres partai Golkar. Untuk survey diperlukan nama-nama. Itu sangat internal, tidak akan dipublikasi karena hanya untuk menyusun nominasi," terang Rully.

Rully membantah penjaringan capres ini sebagai upaya penjegalan Jusuf Kalla yang sedang berada di luar negeri. Sebagai buktinya, Rully mencontohkan semua proses penjaringan baru akan dilakukan setelah menunggu persetujuan dan kedatangan JK di tanah air.

"Kita menunggu Pak JK untuk menindaklanjuti putusan rapat itu. Selama ini, kita meminta kader untuk fokus pada Pemilu Legislatif agar tidak terpecah konsentrasinya dengan persoalan capres. Jadi tidak ada itu penjegalan,"  bantah Rully.

Rulli menjelaskan, ada kemungkinan dalam penjaringan capres internal partai ini selain menggunakan sistem nomor urut juga dilakukan simulasi pasangan capres dan cawapres yang layak. Hal ini dilakukan untuk menjawab tantangan Pilpres yang memilih pasangan, bukan seorang tokoh.

"Ada kemungkinan kita simulasikan dengan mensurvei pasangan. Karena realitanya pemilih itu memilih pasangan, bukan orang," terangnya.

Saat ditanya hasil survei otomatis menjadi keputusan partai untuk mendukung capres atau cawapres tertentu,"Itu bahan untuk Rapimnassus. Yang menentukan capres dan cawapres itu Rapimnassus," pungkas Rully. (yid/iy)


Berita Terkait