"Saya sih tidak mau melakukan sangkaan apa-apa karena saya yakin Agung tidak akan melakukan langkah-langkah yang berbeda dari yang ditetapkan atau yang disampaikan Ketua Umum (JK)," kata Akbar.
Berikut wawancara dengan Akbar Tandjung di Akbar Tandjung Institute, Pancoran, Jakarta, Senin (9/2/2009):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ya itu, sebenarnya amanat Rapim Golkar terakhir bulan November lalu. Untuk nama-nama capres akan diusulkan melalui survei nama-nama yang sudah dimunculkan dari DPW dan DPD. Setelah itu dikumpulkan di DPC.
Dari survei tersebut akan dilakukan 2 kali sebelum Pemilu Legislatif dan setelah Pemilu Legislatif. Nantinya itu akan memunculkan 7 nama dari hasil survei independen. Seharusnya DPP menindaklanjuti keputusan Rapim itu karena itu merupakan pengambilkan keputusan tertinggi di Golkar.
Jadi DPP tidak boleh menentukan capres sebelum melalui proses itu. Saya tak tahu apa yang dipimpin oleh Agung itu.
Rapat itu digelar ketika JK masih di luar negeri. Menurut Anda bagaimana?
Saya sih tidak mau melakukan sangkaan apa-apa karena saya yakin Agung tidak akan melakukan langkah-langkah yang berbeda dari yang ditetapkan atau yang disampaikan Ketua Umum.
Karena apa yang disampaikan Ketua Umum harus dilakukan dan tidak mungkin ada tokoh-tokoh yang mengambil langkah sendiri-sendiri.
Jadi rapat itu bisa disalahkan tidak?
Ya itu kan balik tadi yang tadi mengenai hasil rapim. Kalau mendengar yang atas harusnya sesuai dengan rapim. (iy/gun)










































