"Kalau di Jawa, pemungutan suara tidak serentak itu luar biasa. Tapi kalau di Papua itu biasa," ujar anggota KPU Provinsi Papua Hasyim Sangaji di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2009).
Menurut Sangaji, faktor cuaca menjadi kendala utama untuk proses distribusi logistik. Kesulitan pengiriman logistik inilah yang menyebabkan pemungutan suara terancam tak serentak "Kalau uang ada, pesawat ada, tapi cuaca tidak mendukung ya tidak bisa berangkat," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengalaman Pemilu 2004 lalu, terdapat sekitar 300 TPS dari 4 ribu lebih TPS yang ada yang menggelar pemungutan suara tidak serentak akibat pengiriman logistik terkendala cuaca. Pemungutan suara susulan diselenggarakan antara H+1 hingga H+5. Karena itu KPU Provinsi Papua berharap cuaca bakal mendukung. "Mudah-mudahan cuaca bagus," harap Sangaji. (sho/anw)











































