PD Sambut Baik Keinginan JK Lanjutkan Duet dengan SBY

PD Sambut Baik Keinginan JK Lanjutkan Duet dengan SBY

- detikNews
Senin, 09 Feb 2009 15:35 WIB
PD Sambut Baik Keinginan JK Lanjutkan Duet dengan SBY
Jakarta - Bagai gayung bersambut. Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) yang ingin kembali menjadi cawapres SBY langsung didukung oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Ahmad Mubarok.

Namun Mubarok minta JK bersabar. Alasannya keputusan PD sangat tegas tidak akan mencari cawapres apalagi mengumumkannya sebelum Pemilu Legislatif.

"Saya kira itu (pernyataan JK) logis. Karena semakin ke sini, SBY-JK semakin sinergis. Pak SBY makin tegas, dan JK semakin tahu diri," kata Mubarok pada detikcom di sela-sela acara rakernas PD di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (9/2/2009).

Menurut politisi yang tidak minat jadi caleg ini, salah satu tanda keserasian antara SBY-JK adalah, kemauannya untuk berbagi tugas dengan baik. Hal ini berbeda dengan pada awal-awal duet kedua tokoh ini memimpin pemerintahan.   

"Misalnya dulu pada tahun pertama, ada kesan JK seperti jalan sendiri, begitu juga SBY jalan sendiri. Tetapi kesan terakhir keduanya semakin sinergis. Jadi sangat mungkin dengan JK lagi. Namun ketegasannya nanti setelah pemilu," kata Mubarok.

Menurut Guru Besar UI ini, dalam dunia politik, semua keputusan sangat mungkin terjadi. Termasuk posisi Partai Golkar yang dulu merupakan pemenang pemilu. Karena itulah, keputusan PD menetapkan cawapres SBY setelah pemilu sangatlah tepat.

"Karena kita belum tahu realitas kekuatan politik kita masing-masing, kita tidak akan ada pinangan. Semua keputusan setelah peta politik hasil pemilu jelas. Karena kita tidak akan meminang sesuatu yang belum jelas," terang Mubarok.

"Kalau sekarang Golkar kekuatannya sudah jelas, tetapi siapa yang bisa menjamin nanti setelah pemilu kekuatannya bisa tetap. Dulu Demokrat saja tidak ada, tetapi tiba-tiba kita bisa muncul dengan 7 persen suara. Itu yang akan jadi pertimbangan. Jadi, sebelum peta politik jelas, belum ada pinangan," pungkas mantan pengurus PB PMII ini. (yid/iy)


Berita Terkait