"Bagus itu, bisa jadi Partai Demokrat masih belum menentukan. Tentu mereka akan menunggu perkembangan Pemilu Legislatif," ujar Ketua DPP Partai Golkar Ali Wongso ketika dihubungi detikcom melalui telepon, Senin (9/2/2009).
Pernyataan Ali ini juga semakin menguatkan dugaan kebanyakan pengamat yang menilai bahwa duet SBY-JK akan tetap dipertahankan hingga Pilpres nanti. Kedua partai masing-masing saling mengulur waktu penetapan capres dan cawapres, dan menunggu perolehan suara pada Pemilu Legislatif nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, setiap partai saat ini masih fokus memenangkan Pemilu Legislatif. Penentuan capres dan cawapres dinilai terlalu dini, sementara kekuatan belum diketahui. Jadi wajar jika Partai Demokrat tidak mencantumkan cawapres.
PD yang belum menentukan cawapresnya dinilai oleh pengamat politik, Lili Romli sebagai tindakan yang tidak ingin melukai hati Golkar dan Jusuf Kalla. Ini tindakan yang mengisyaratkan bahwa SBY masih ingin 'menyunting' JK sebagai pasangannya.
Tindakan yang tidak ingin 'melukai' SBY juga pernah di lakukan Golkar di Rapimnas IV Golkar Oktober lalu. Golkar tidak menyebut capres dan cawapres untuk menjaga harmonisasi hubungan SBY-JK. (gun/iy)










































