PDIP: Mega Pantang Memfitnah dan Berkhianat

PDIP: Mega Pantang Memfitnah dan Berkhianat

- detikNews
Senin, 09 Feb 2009 07:15 WIB
PDIP: Mega Pantang Memfitnah dan Berkhianat
Jakarta - Sindiran Presiden SBY soal hidayah berbuntut panjang. Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo menegaskan kritik Mega kepada pemerintahan SBY selalu berdasarkan fakta dan realitas.

"Ibu Mega pantang memfitnah dan pantang berkhianat walau sebagai presiden yang lalu banyak yang mengkhianatinya," kata Tjahjo pada detikcom, Senin (9/2/2009).

Menurut Tjahjo, bahkan orang yang oleh Mega diberi kesempatan mengembangkan kariernya justru membalas dengan perlakuan yang tidak pantas, "Dan ada yang menusuk dari belakang kepemimpinannya ," tukas Tjahjo.

Tjahjo mempertanyakan apakah yang dimaksud SBY itu adalah Mega. Kalau benar demikian, Tjahjo kembali menegaskan bahwa sebagai oposisi wajar saja Mega mengkritik pemerintah. Apalagi kritiknya berdasarkan data dan fakta.

"Apakah benar yang dikritik oleh SBY adalah Ibu Mega, Sebagai ketua umum PDIP, kritiknya tidak asal kritik. Semuanya ada datanya, ada surveinya dan realitas kehidupan masyarakat yang ada dan obyektif," kata Tjahjo.

Dalam pidato pembukaan Rapimnas Partai Demokrat, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan serangan kepada lawan-lawan politiknya. Menurut SBY, tokoh yang sering memfitnah bakal tidak dapat hidayah.

Karena itulah, SBY berharap agar kader partainya tidak terpancing dengan serangan atau hasutan yang dilontarkan oleh lawan-lawan politiknya. Bagi SBY, kritikan yang dilontarkan kepada partainya harus dijawab dengan cerdas dan tepat.

Dalam kesempatan itu juga, SBY berharap semua pihak menggunakan cara-cara yang elegan dalam memenangkan pemilu 2009. (yid/lrn)


Berita Terkait