Menurut Polres Jakarta Utara, pos yang dirusak tersebut bukan posko Partai Gerindra, melainkan tempat nongkrong anak muda setempat.
"Itu bukan posko Partai Gerindra. Itu tempat nongkrong anak muda volker. Kebetulan aja di situ ada poster Partai Gerindra. Sebelum kampanye, tempat itu juga sudah ada," ujar Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Rycko Amelza Dahnie, kepada detikcom, Minggu (8/2/2009)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekerja peninggian jalan, kata Rycko, lalu melaporkan pertikaian ini kepada petugas keamanan proyek peninggian jalan.
"Petugas keamanan perusahaan peninggian jalan kemudian hendak mendatangi tempat nongkrong anak-anak volker. Tetapi karena tidak menemui anak volker mereka lalu merusak pos yang terbuat dari bambu itu," terang Rycko.
Rycko menambahkan, saat kejadian ada satu orang yang berada di tempat tersebut, yang akhirnya menjadi korban pemukulan. Ryco menegaskan, insiden ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah politik.
"Ini tidak ada kaitannya dengan politik. Ini kriminal murni," tegas Rykco.
Sebelumnya Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta, Taufik dalam jumpa pers mengaku tempat yang dirusak tersebut merupakan posko Partai Gerindra. Kerusakan yang terjadi antara lain adalah dinding dan juga poster Partai Gerindra. Polisi mengatakan tempat yang rusak terbuat dari bambu dan saat ini sudah rubuh.
(ddt/lrn)











































