"Manuver itu tidak akan ngaruh ke suara PKB. Jadi percuma saja. Apalagi rakyat tahu, koalisi itu kelanjutan dari koalisi Pilbup kemarin, di mana Hamam Miftah itu wakilnya orang PAN. Mungkin karena kalah, jadi Hamam ingin balas budi pada PAN," kata Ketua DPP PKB Bahrudin Nasori pada detikcom, Minggu (8/2/2009).
Menurut caleg DPR RI dari Dapil Tegal ini, pilihan politik warga PKB di Tegal sangat kuat. Semua itu disebabkan karena latar belakang organisisi yang mendukung dan melahirkan PKB, Nahdlatul Ulama (NU).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut politisi bertubuh bongsor ini, PKB Tegal dan secara nasional saat ini sedang berkonsentrasi melakukan konsolidasi memenangkan Pemilu 2009. Oleh karena itu, semua kader tidak akan terpengaruh dengan manuver pihak-pihak yang tidak ingin melihat PKB besar.
"Semua kader sudah paham, akan banyak gangguan dari orang-orang yang kecewa karena kalah, seperti Yenny dn anak buahnya," kata Bahrudin
"Mereka semua mati langkah, makanya kebingungan. Akhirnya pilihan politiknya, menggembosi PKB. Ini akan membuat masyarakat semakin paham, siapa yang benar membela PKB dan siapa yang ingin merusak dan memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadinya," pungkas Bahrudin.
Setelah mendeklarasikan koalisi dengan PDIP, PKB Gus Dur melakukan koalisi lokal dengan PAN di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Dalam acara ini dilakukan penandatangan MoU koalisi antara DPC PKB Gus Dur Kabupaten Tegal dan DPD PAN Kabupaten Tegal.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN Kabupaten Tegal Johan Firdaus dan Ketua Forum PAC PKB Pro Gusdur Kabupaten Tegal Bambang Arisyanto. (yid/iy)











































