"Tentu iklan itu tidak meng-cover semua masyarakat kita, tapi sebagian saja dari masyarakat kita, yang mana sebagian itu yang terdidik, yang sekolah. Tapi kalau nggak anak sekolahan, yang di pelosok, ya mungkin nggak paham," ujar Direktur Eksekutif Center for Electoral Reform (Cetro) Hadar Nafis Gumay saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/2/2009) malam.
Padahal, menurut Hadar, KPU seharusnya membuat iklan yang bisa mencakup semua kalangan. Jika iklan 'Contreng? Cincaylah' itu tidak familiar bagi sebagian kalangan, maka KPU perlu membuat versi lain yang bisa menjangkau masyarakat umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kata-kata yang dipilih tidak familiar, Hadar sangsi jika iklan itu akan efektif. "Efektif untuk mereka yang paham bahasanya. Kalau yang nggak ya nggak efektif," paparnya.
Iklan yang bertemakan kapan dan bagaimana memilih itu merupakan satu dari 2 iklan sosialisasi pemilu oleh KPU yang ditayangkan 7 Februari hingga 8 April 2009. Iklan yang satu berjudul 'Rumpi Lapak' bertema 'Jadilah Pemilih yang Rasional.' 5 Stasiun TV akan menayangkan iklan berdurasi 30 detik tersebut, yakni Metro TV, TVOne, TransTV, SCTV, dan Indosiar. (sho/sho)











































