Erros Djarot: Waspadai Iklan Capres dan Hasil Survei

Erros Djarot: Waspadai Iklan Capres dan Hasil Survei

- detikNews
Sabtu, 07 Feb 2009 16:30 WIB
Erros Djarot: Waspadai Iklan Capres dan Hasil Survei
Solo - Semakin menjelang gelaran pemilu dan pilpres, makin gencar pula para calon kontestannya beriklan. Masyarakat harus mewaspadai iklan politik itu karena tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas parpol atau si bakal capres.

Khususnya iklan tokoh politik yang sengaja mendirikan partai politik hanya karena ingin menjadi maju bertanding dalam Pilpres 2009. Tindakan demikian merupakan penghinaan terhadap demokrasi.

Demikian wanti Ketua Umum Partai Nasional Banteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI), Erros Djarot, di sela kunjungannya ke kantor pusat Badan Pembinaan Olahraga Cacat (BPOC), Solo, Sabtu (7/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang ini televisi jadi penyihir ulung di dunia politik. Seseorang bisa dianggap pemimpin hanya dari iklannya di televisi. Ini sangat berbahaya karena dia tidak teruji secara empirik," kata dia.

Erros juga mengingatkan untuk tidak begitu saja percaya dengan pengumuman hasil-hasil survey. Tidak sedikit survey tentang pemilu dan pilpres yang dilakukan secara ala kadarnya dengan metode penelitian dan bobot ilmiah sangat minim.

Sebagai contoh dia menyebut hasil survey terakhir terhadap Partai Demokrat yang dilaporkan melonjak drastis daari 7 persen pada 2004 menjadi 21 persen. Padahal menurutnya selama lima tahun terakhir tidak ada capaian bidang sosial, ekonomi dan politik yang signifikan dari pemerintah Presiden SBY yang didukung PD.

"Dari mana lonjakan itu dan apa sebabnya? Jangan-jangan itu sebuah permainan politik agar nanti jika dilakukan mark-up orang tak terlalu marah. Hati-hati menyikapi hal seperti itu," sambungnya.

Erros Djarot dikenal sebagai bakal cawapres yang berpasangan dengan Rizal Ramli sebagai bakal capres-nya. Nama pasangan yang menamakan diri Dwitunggal ini jarang muncul dalam hasil survey tentang peluang para bakal kontestan Pilpres 2009. Kebetulan untuk memuluskan langkahnya menuju kursi RI1, Rizal Ramli tidak mendirikan partai politik baru atay pun memasang iklan.
(mbr/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads