"Yang bilang gitu kerjaannya tokoh yang kebelet jadi presiden tuh," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu sambil tersenyum.
Hal ini disampaikan Burhanuddin di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (6/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka-mereka yang bicara seperti itu seharusnya memikirkan dulu bagaimana memenangkan suara Golkar di pemilu legislatif. Ayo saya tantang mereka," ujarnya.
Burhanuddin mengusulkan JK, Akbar Tandjung dan Sultan ditarungkan dalam sebuah kompetisi mendulang suara.Β Dari pertandingan itu, akan terlihat siapa yang paling moncer mendulang suara bagi Golkar di daerahnya masing-masing.
"Akbar ambil Sumatera misalnya, Sultan ambil Jawa, lalu JK ambil Timur semua. Galang suara daerah masing-masing. Kita lihat siapa yang bisa memenangkan suara Golkar misalnya 30 persen di daerahnya," papar dia.
Dengan cara itu, menurutnya, kader Golkar akan menilai secara obyektif siapa yang layak diusung sebagai capres Golkar. Golkar pun akan tahu mana tokohnya yang layak jual atau sudah tidak laku.
"Ini lebih fair. Jadi jangan nuduh menutup pintu konvensi, buktikan dulu dong," cetus dia. (Rez/aan)










































