"Kalau netralitas TNI itukan sudah final, ya tidak harus dipermasalahkan lagi," ujar mantan Panglima TNI Jenderal Purn Endriartono Sutanto di Wisma Nusantara, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2009).
Hal itu disampaikan Tarto usai bertemu dengan mantan KSAD Jenderal purn Ryamizard Ryacudu, mantan KSAL Laksamana Bernard Kent Sondakh, mantan KSAU Marsekal Chappy Hakim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu barangkali penegasan presiden bahwa TNI harus netral," ungkap Tarto.
Apa ada kemungkinan?
"Kalau itu sesuatu yang dianggap serius dan ada, ya tak mungkinlah presiden menyampaikan itu secara terbuka. Saya tidak yakin. Kan beliau cukup tinggal manggil. Nah berarti itu kan sebagai contoh perumpamaan saja bahwa itu tak boleh terjadi," ungkapnya.
Tapi publik jadi bertanya karena presiden bicara?
"Ya sebenarnya untuk meyakinkan saja bahwa tak boleh begitu. Soal netralitas tak perlu dikhawatirkan karena itu kewajiban. Jaminannya ada dong, kan sudah bikin buku saku dan segala macam," tegas Tarto.
Sementara itu Laksamana purn Bernard Kent Sondakh meminta agar masalah ABS ini tidak menjadi polemik. Menurutnya netralitas TNI sudah jelas.
"Nggak usah dipolemikkan masalah-masalah. Ya kita ini sedang menikmati pensiun," ungkapnya.
(rdf/gah)











































