Hal ini diserukan anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI Hakim S Pohan di tengah diskusi bertema "1 juta dukungan masyarakat mendesak Presiden SBY dan DPR segera ratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (konvensi pengendalian tembakau)" di Gedung Joeang, Jl Menteng Raya, Jakarta, Kamis (5/2/2009).
Diskusi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh di antaranya Eros Jarot dan juga pengurus YLKI, Tulus Abadi.
"Kalau melihat anggota Dewan merokok apalagi caleg merokok, cari tahu dia dari partai apa, dari dapil mana, setelah tau serukan kepada teman-teman jangan pilih dia jadi anggota dewan," kata Hakim yang getol mendesakkan FCTC ini.
Hakim lalu menyindir anggota Dewan yang merokok, meskipun sidang Dewan sedang berlangsung. Hakim bercerita kalau anggota Dewan itu telah diperingatkan oleh pimpinan sidang, tapi tetap tak mau berhenti.
"Dia malah interupsi, dia bilang, ini hak asasi saya, kenapa protes?" kisah Hakim.
Mendengar omongan anggota Dewan itu, Hakim juga tak mau kalah suara. "Saya bilang, itu memang hak asasi anda, tapi Anda seharusnya tahu apakah harus menunjukkan mental yang baik, atau mental yang buruk di dalam sidang," jelas Hakim
Mendengar jawaban Hakim, anggota Dewan itu hanya diam saja. Beberapa hari kemudian, cerita Hakim, orang itu tiba menepuknya dari belakang saat hendak Jum'atan. Anggota Dewan itu mengaku jika sudah dipasang beberapa klep di jantungnya karena merokok. (gun/nrl)











































