"Pasti ada pengaruhnya. Setitik nila merusak susu sebelanga. Apalagi nila itu terus diaduk oleh media. Kepercayaan orang pada PKS akan jatuh dan enggan memilihnya nanti," kata pengamat politik dari UI Arbi Sanit pada detikcom (5/2/2008). Β
Menurut pengamat yang suka menguncir rambutnya ini, kasus yang dialami PKS akan berbeda akibatnya jika dialami oleh kader PDIP atau Golkar. Hal ini disebabkan karena Golkar dan PDIP tidak membawa ruang agama dalam politik sementara PKS menjadikan agama sebagai salah satu modal jualannya dalam politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arbi menduga perilaku kader PKS yang ke panti pijat ini akibat terlalu banyak tuntutan yang membuat stress sehingga membutuhkan relaksasi. Sayangnya pilihan relaksasinya dilakukan di tempat yang salah.
"Itu mungkin akibat adanya tekanan yang berat sekali. Dengan suara terbanyak, orang yang semula kuat jadi nggak kuat. Itulah yang mendorong kader PKS ke panti pijat karena begitu capek dan stresnya jadi mencari tempat rileksasi," pungkas Arbi.
(yid/iy)










































