"Setelah ada dukungan jadi cawapres, SMS saya sampai penuh," ungkap Sultan.
Hal itu diungkapkan Sultan saat bertemu dengan wartawan dalam acara "Sultan Mendengar" yang diadakan Merti Nusantara di Keraton Kilen, Kompleks Keraton Yogyakarta, Rabu (4/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sultan menuturkan, dirinya tidak takut kalah atau gagal maju pilpres. Deklarasi untuk siap mencalonkan diri pada tanggal 28 Oktober 2008 lalu sebagai jawaban atas permintaan masyarakat.
"Saya hanya ingin fair, jujur dan terbuka. Kalah atau menang itu sebuah proses yang biasa terjadi pada siapa saja," tegasnya.
Sultan memberanikan diri maju mencalonkan diri karena banyak menerima surat dari berbagai daerah dari Sumatera Utara hingga Papua. Namun ia mengaku, sampai saat ini dirinya masih belum mempunyai "kendaraan" untuk maju pemilihan presiden (pilpres).
"Saya memang tidak punya sekoci untuk maju," imbuh Sultan.
Dia menambahkan setelah pemilihan legislatif koalisi parpol bakal terjadi sebab baik partai yang mendapatkan 20 persen suara maupun 5 persen suara harus melakukan koalisi. "Jadi yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita bisa membangun kepercayaan," pungkas Sultan yang mengaku lebih suka berkegiatan door to door untuk memperoleh dukungan daripada beriklan di televisi itu.
(bgs/ape)










































