Akbar Tantang JK Bersaing Lewat Konvensi

Akbar Tantang JK Bersaing Lewat Konvensi

- detikNews
Rabu, 04 Feb 2009 15:59 WIB
Akbar Tantang JK Bersaing Lewat Konvensi
Jakarta - Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung benar-benar gemas dengan langkah Jusuf Kalla (JK) yang mendiamkan Golkar. Ia menantang JK menghidupkan kembali konvensi capres.

"Partai besar harus firm, partai besar kok nggak berani mengeluarkan capres," kata Akbar dalam acara diskusi kenegaraan di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2009).

Hadir dalam acara diskusi yangΒ  bertajuk 'Menguji Kesungguhan Capres dan Capwapres 2009' adalah Sutiyoso, Akbar Tandjung dan Yusril Ihza Mahendra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut mantan Ketua DPR ini, konvensi adalah langkah paling tepat untuk menjaring capres atau cawapres Parti Golkar menghadapi Pemilu 2009. Keuntungan konvensi sudah dirasakan parti berlambang pohon beringin ini saat menghadapi Pemilu 2004 lalu.

"Sangat naif kalau pemimpin (JK) mengatakan konvensi tidak ada untungnya. Buktinya, tahun 2004 (dengan konvensi) suara Golkar naik. Dan yang mengambil untungnya bukan saya, tapi JK sendiri," papar Akbar.

Menurut Akbar, penentuan capres sejak awal dari internal Parti Golkar sangat baik untuk menjadikan konstituen dan kader percaya diri menghadapi pemilu 2009. Penundaan penentuan capres dan cawapres hanya akan menjadikan Golkar semakin terpojok dalam permainan politik nasional.

"Penentuan capres itu sangat bagus untuk referensi kader dan konstituen di daerah. Kalau sekarang ingin pilih SBY, ya pilih Demokrat, kalau ingin pilih Mega, ya pilih PDIP, kalau pilih Golkar, pilih siapa?" sindir Akbar.

Akbar kembali menyentil JK. Di mata Akbar, JK lebih banyak mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan partai,"Sebagai ketua umum, kita harus menempatkan perspektif kepentingan partai, bukan kepentingan kita. Saya tidak setuju kalau otomatis (ditentukan capresnya JK). Kita uji dulu dong lewat konvensi," pungkas Akbar. (yid/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads