"Partai besar harus firm, partai besar kok nggak berani mengeluarkan capres," kata Akbar dalam acara diskusi kenegaraan di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2009).
Hadir dalam acara diskusi yangΒ bertajuk 'Menguji Kesungguhan Capres dan Capwapres 2009' adalah Sutiyoso, Akbar Tandjung dan Yusril Ihza Mahendra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat naif kalau pemimpin (JK) mengatakan konvensi tidak ada untungnya. Buktinya, tahun 2004 (dengan konvensi) suara Golkar naik. Dan yang mengambil untungnya bukan saya, tapi JK sendiri," papar Akbar.
Menurut Akbar, penentuan capres sejak awal dari internal Parti Golkar sangat baik untuk menjadikan konstituen dan kader percaya diri menghadapi pemilu 2009. Penundaan penentuan capres dan cawapres hanya akan menjadikan Golkar semakin terpojok dalam permainan politik nasional.
"Penentuan capres itu sangat bagus untuk referensi kader dan konstituen di daerah. Kalau sekarang ingin pilih SBY, ya pilih Demokrat, kalau ingin pilih Mega, ya pilih PDIP, kalau pilih Golkar, pilih siapa?" sindir Akbar.
Akbar kembali menyentil JK. Di mata Akbar, JK lebih banyak mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan partai,"Sebagai ketua umum, kita harus menempatkan perspektif kepentingan partai, bukan kepentingan kita. Saya tidak setuju kalau otomatis (ditentukan capresnya JK). Kita uji dulu dong lewat konvensi," pungkas Akbar. (yid/iy)











































