Warga bantaran kali kini gemar memasang atribut partai mulai dari bendera, gambar caleg, atau capres.
Rudi, seorang warga sekitar misalnya. Pria berusia 27 tahun ini memasang bendera parpol berlambang banteng moncong putih di tengah gerimis hujan. Bendera ukuran 2x4 meter itu dipasang di depan rumahnya, daerah bantaran kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudi mengaku tidak dibayar. "Cuma dikasih bendera untuk dipasang depan rumah," ujarnya.
Iwan, warga bantaran kali lainnya juga melakukan hal serupa. "Tingginya kan disesuaikan besar bendera. Kalau besar kan nggak lucu kalau pendek," kata Iwan, simpatisan parpol bernomor 23.
Keramaian atribut parpol tersebut kontras dengan kondisi demografi di wilayah tersebut. Sebuah area yang terdiri masyarakat bawah ibukota dengan pendapatan di bawah rata-rata dan kondisi perumahan yang sangat sederhana.
Bendera yang dipasang oleh para simpatisan tersebut berlomba adu tinggi supaya mencolok dan menarik perhatian.
Pemandangan yang kontras dengan kondisi pemukiman di sepanjang bantaran kali
yang padat, kumuh dan miskin.
"Kita nggak berharap banyak. Yang penting bisa makan," ucap Iwan mengakhiri
perbincangan. (Ari/aan)











































