Hal ini dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Rully Chairul Azwar, ketika dihubungi detikcom, Senin (2/2/2009).
"Opsi yang terbaik kalau kita analisa peluang-peluang adalah tetap mengusung duet SBY-JK. Tapi ini juga tergantug dengan faktor-faktor lain. Kita tidak bisa menentukan sendiri," ujar Rully.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika opsi ini kemudian ternyata batal terlaksana, barulah Golkar memikirkan untuk memasang opsi kedua. "Jika opsi yang pertama gagal, maka calon dari Golkar, dalam hal ini Jusuf Kalla akan maju sendiri. Tapi ini masih perlu diputuskan secara organisasi," kata Rully.
Lebih lanjut, Rully menjelskan bahwa dalam Pilpres yang menentukan adalah figur, dan tidak semata ditentukan oleh partai yang besar.
(gun/nrl)










































