Masuk Bursa Cawapres Justru Bagus untuk Kampanyekan Sultan

Masuk Bursa Cawapres Justru Bagus untuk Kampanyekan Sultan

- detikNews
Senin, 02 Feb 2009 16:04 WIB
Masuk Bursa Cawapres Justru Bagus untuk Kampanyekan Sultan
Jakarta - Beberapa kali  masuk bursa cawapres, Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X kembali menegaskan sikapnya untuk menjadi capres. Dilamar dan diposisikan sebagai cawapres dinilai bukan merendahkan Sultan. Hal itu justru merupakan kampanye gratis.

"Itu (menegaskan sikap untuk jadi capres) menunjukkan Sultan tetap ingin nomor satu. Pertemuan dengan Bu Mega berarti belum ada deal apapun. Hanya sekadar bertemu," kata pengamat politik dari Soegeng Soerjadi Syndicate (SSS) Sukardi Rinakit pada detikcom, Senin (2/2/2009).

Menurut Sukardi, sampai saat ini Sultan masih tetap konsisten dengan ucapan awalnya dalam pisowanan agung yang mendeklarasikan diri sebagai capres. Konsistensi sultan ini merupakan  bukti nyata dari komitmennya menjaga adigum sabdo pandhito ratu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai hari ini beliau tetap konsisten sebagaimana deklarasinya. Kalau jadi cawapres, dia tidak akan bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa melakukan reformasi. Gagasannya mengubah sistem  kontinental ke maritim tidak akan terwujud," terangnya.

Saat ditanya mengenai banyaknya capres yang menempatkan Sultan hanya di posisi cawapres, Sukardi mengaku tidak kaget alias biasa-biasa saja. Alasannya saat ini yang diperlukan Sultan adalah mempopulerkan nama seluas-luasnya di seantero Nusantara.

"Soal dicatut sebagai cawapres, itu kami tidak ambil pusing, justru bagus. Berarti itu kampanye gratis bagi Sultan. Nanti, kalau sudah dikenal semua lapisan masyarakat, kan gampang membaliknya kalau sejarah menghendaki dia jadi capres. Kami tidak memaknahi itu sebagai merendahkan Sultan," pungkasnya.

Dalam acara Silaturahmi dan Pembekalan Pengurus Merti Nusantara Simpul Kecamatan (Angkatan I) di Gedung Graha Sabha Pramana (GSP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (2/2/2009), Sultan meminta rakyat Indonesia berani melakukan perubahan dengan memilih calon presiden alternatif.

Tak hanya itu, dalam kesempatan ini Sultan kembali menegaskan kesiapannya melakukan perubahan jika mendapatkan dukungan luas dari masyarakat untuk memperbaiki nasib bangsa ini. (yid/iy)


Berita Terkait