Hal ini dikatakan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Firman Subagyo ketika dihubungi detikcom, Senin (2/2/2009).
"Duet SBY-JK track record-nya telah teruji. Partai Golkar tidak mau menentukan capres dengan coba-coba," ujar Firman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk saat ini SBY masih teratas. Kami harus realistis. Kecuali kalau ada kejadian luar biasa yang bisa memutarbalikkan itu, misalnya ada kebijakannya yang bisa membuat para pemilihnya kecewa," terang Firman.
Menurut Firman, Pilpres masih sembilan bulan lagi. Kemungkinan terjadinya perubahan-perubahan dukungan masih ada. Karena tingkat keterpilihan capres tidak hanya ditentukan oleh partai yang besar.
Firman menganalogikan SBY-JK itu suami istri. SBY adalah suaminya dan JK adalah istrinya. "Jika sudah pasti akan menjadi istri, kenapa harus menjadi suami di tempat lain, tapi belum jelas," katanya. (gun/nrl)










































