Sekretaris Fraksi PDIP Ganjar Pranowo melihat para kandidat cawapres Megawati masih bertahan menunggu hasil pemilu legislatif 9 April mendatang.
"Dugaan saya penawaran yang diminta cawapres itu sebetulnya karena mereka sedang menunggu," ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/1/2009).
Dijelaskan Ganjar, para cawapres yang menguat di Rakernas sudah mendeklarasikan sebagai capres. Seandainya seorang kandidat cawapres itu sudah menyerah pada posisi cawapres, dan ternyata perolehan suara partainya justru lebih tinggi dari PDIP, maka cawapres itu pasti akan merasa rugi. "Apalagi mereka sudah terlanjur declare sebagai capres," tambahnya.
Analisis Ganjar, para cawapres itu baru berani mengiyakan sebagai cawapres setelah hasil pemilu legislatif sudah diketahui. "Kalau sekarang mereka mencapreskan diri dan tawaran tingginya terbukti pertainya memperoleh suara tinggi, mungkin haluan akan berputar," terangnya tanpa mau menyebutkan siapa cawapres yang dimaksud.
Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, konsepsi partainya sebenarnya ingin mengumumkan capres dan cawapresnya sebelum pemilu legislatif digelar. Hal itu menurutnya agar konstituen tidak memilih kucing dalam karung lagi.
"Jadi pemilih bisa membayangkan saat memilih. Parlemennya seperti ini, presidennya seperti ini, dan bahkan jika memungkinkan kabinetnya sudah dimumkan," tuturnya.
Selain menguntungkan bagi pemilih, konsep tersebut juga akan memudahkan pada saat partai melaksanakan kampanye.
Konsep itu diakui Ganjar karena partainya ingin mendorong koalisi permanen antarpartai yang terjalin sebelum pemilu legislatif. "Sehingga pada saat kampanye akan lebih gampang. peta politiknya sudah jelas," pungkasnya.
(Rez/nrl)











































