"Ini bukan persoalan sakit hati. Yang diperlukan adalah berjalannya fungsi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan," ujar Darmizal kepada detikcom, Senin (2/2/2009).
Menurut Darmizal, pergantian kepengurusan itu dilakukan dalam rapat pleno DPP PD pada Sabtu 31 Januari 2009 malam. Dalam rapat itu Darmizal tidak diundang. "Bagi saya reshuffle atau pemecatan sama saja yaitu berhenti untuk berkarya sebagai pemimpin," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun alasan pergantian itu buru-buru dibantah Wakil Ketua Umum PD Ahmad Mubarok. Menurut Ahmad, pergantian Darmizal merupakan reshuffle yang sudah biasa terjadi di PD. "Kita sudah 6 kali mengadakan reshuffle selama kepengurusan ini (sejak 2004)," kata Mubarok.
Mubarok menyebut, pergantian Darmizal karena sering bolos dalam rapat partai. "Nggak pernah datang rapat, diganti. Namanya sudah musim perang, harus solid," kata Mubarok.
Mubarok juga menepis kabar dengan pergantian Darmizal, kepengurusan PD retak. "Nggak ada. Nggak maksimal, diganti. Seperti mobil harus istirahat yakni bannya perlu ditukar dan dipindah," tandasnya.
(nik/nrl)











































