Penundaan pengumumann cawapres mega semata-mata didasarkan pada pertimbangan situasi politik yang tidak memungkinkan sebelum Pemilu Legislatif.
“Rakernas Solo memang belum memutuskan siapa yang akan jadi pendamping ibu Megawati dalam pilpres 2009. PDIP perlu cermat dan tidak ingin tergesa gesa menetapkan cawapres sambil mencermati gelagat perkembangan politik yg ada,” kata Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo pada detikcom, Senin (2/2/2009).
Menurut ketua FPDIP ini, untuk memantapkan pasangan mega, PDIP selalu membangun komunikasi politik dengan para kompetitornya. Karena itu semua
langkah yang diambil tak pernah disesalinya apalagi merasa terjebak permainan lawan politiknya.
“Sebagai parpol, PDIP selalu membangun komunikasi politik dengan sesama pimpinan parpol dengan para tokoh nasional yang sudah mendeklarasikan sebagai capres. Apakah ini disebut menjebak atau terjebak, PDIP berfikir positif saja,” terang Tjahjo.
Menurut Tjahjo, komunikasi politik itu dilakukan dalam rangka membangun kesamaan prinsip perjuangan. Namun demikian, tak menutup kemungkinan komunikasi itu juga untuk membangun kesepakatan politik jangka pendek.
"Komunikasi politik kan merupakan bagian dari strategi parpol. komunikasi adalah membangun kesepakatan politik jangka pendek atau jangka panjang dengan sesama tokoh nasional dan sesama pimpinan parpol kan sah dan wajar wajar saja,” pungkasnya. (yid/mad)











































