SBY Vs Mega Masih Wajar, Asal Jangan Menyerang Pribadi

SBY Vs Mega Masih Wajar, Asal Jangan Menyerang Pribadi

- detikNews
Sabtu, 31 Jan 2009 13:44 WIB
SBY Vs Mega Masih Wajar, Asal Jangan Menyerang Pribadi
Jakarta - Pemilihan presiden masih beberapa bulan ke depan. Tapi kubu SBY dan Megawati sudah saling perang kritik. Tapi apa yang terjadi diantara mereka mesti dipahami dalam bingkai incumbent versus oposisi.

"Pernyataan mereka sesuatu yg biasa saja, bukan statemen yang saling memojokkan, asal jangan menyerang pribadi," papar pengamat politik LIPI Syamsuddin Hari dalam acara Polemik bertajuk "Main Yoyo Depan Cermin" di Warung Daun, Jl Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu(31/1/2009).

Dikatakan Syamsuddin, istilah "yoyo" dan "poco-poco" yang pernah dilontarkan
Megawati bukan sesuatu yang ditujukan secara langsung ke SBY, namun lebih
ditujukan kepada pemerintahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitupun sebaliknya, jika SBY menanggapi kritik lewat pantun dan iklan di media, bukanlah sebagai serangan balik ke Megawati, namun kepada PDIP sebagai partai oposisi.

"Dimana-mana berlaku demikian, oposisi versus incumbent," terangnya.

Dosen ilmu politik UI menilai saling serang antara kubu SBY dan Megawati adalah hal yang wajar saja. Dalam konteks incumbent, klaim pemerintahan berjalan sukses secara sepihak adalah hal yang wajar.

Begitu pula oposisi, selalu melihat kelemahan dan kesalahan incumbent. "Nanti rakyat yang menilai apakah klaim itu betul atau bohong," terangnya.

Baginya, perang statemen menjelang pemilu adalah hal yang wajar. Namun,
Syamsuddin mewanti-wanti agar saling serang berupa perang statemen ini tidak
memojokkan secar personal.

Soal istilah "yoyo" dan "poco-poco" ia melihatnya sebagai kebutuhan elit politik agar masyarakat tidak sepi.

"Ini metafor. Dalam kehidupan politik ini sesuatu yang elitis, yang dipahamai oleh elit bukan masyarakat kebanyakan," pungkasnya. (Rez/ndr)


Berita Terkait