Kubu Mega: Kenapa Yoyo Dipermasalahkan?

Kubu Mega: Kenapa Yoyo Dipermasalahkan?

- detikNews
Sabtu, 31 Jan 2009 12:52 WIB
Kubu Mega: Kenapa Yoyo Dipermasalahkan?
Jakarta - Megawati menyebut pemerintahan Presiden SBY seperti bermain "Yoyo" yang membuat kondisi rakyat naik turun. Partai Demokrat membalasnya dengan iklan. Tapi langkah itu dinilai kubu Mega, sebagai hal yang berlebihan.

"Terminologi Yoyo kan cuma 1 -2 kalimat pidato Mega saja. Kenapa ini
dipermasalahkan," ujar Ketua DPP PDIP Firman Jaya Daeli dalam acara Polemik
bertajuk "Main Yoyo Depan Cermin" di Warung Daun, Jl Pakubuwono, Jakarta
Selatan, Sabtu(31/1/2009).

Dikatakan Firman, pidato itu bermaksud menawarkan solusi alternatif karena ada kegagalan dari pemerintahan Presiden SBY. PDIP tidak bermaksud menyerang
pemerintahan dan Presiden SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebetulan saja media memberitakan kalimat yoyo seperti (menyerang) gitu," imbuhnya.

Soal terminologi Yoyo yang dipakai Megawati, diakui Firman karena PDIP ingin
menghindari kesan normatif. Yoyo juga dipakai agar mudah dipahami masyarakat.

"Ini soal seni saja, justru kalau normatif malah susah ditangkap," terangnya.

Caleg DPR dari dapil Kepulauan Riau ini meminta SBY tidak perlu kebakaran jenggot mendengar pidato "yoyo" Megawati. Pidato itu, lanjut Firman, hanyalah upaya koreksi yang dilakukan PDIP sebagai oposisi. Β 

Firman menggarisbawahi, Presiden SBY dan jajaran pemerintahannya harus bisa menangkap makna "yoyo" yang sesungguhnya.

"Jangan malah membalas lewat pantun," sindirnya soal pantun SBY di Malang yang membalas pidato "yoyo".
(Rez/ndr)


Berita Terkait