Pertama; tidak ada perubahan signifikan kekuatan parpol dibanding yang ada sekarang. Artinya hanya SBY dan Megawati yang akan duel dalam Pilpres. Maka siapa pun cawapres pasangan mereka tidak akan membawa pengaruh.
Kedua; Partai Golkar memenangkan pemilu legislatif. Maka akan muncul desakan di kalangan internal partai tersebut untuk memunculkan capres sendiri. Maka besar kemungkinan ada capres yang bertarung adalah SBY, Megawati, dan mungkin Jusuf Kalla.
"Posisi PKS akan sedikit lebih gampang jika skenario ini yang terjadi,"
beber Ketua DPP PKS Zulkieflimansyah tanpa menyebut ke kubu mana PKS akan merapat. Hal itu dia sampaikan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (30/1/2009).
Ketiga, adalah perolehan suara nasional PDIP anjok, misalnya 15 persen.
Maka kemungkinan PDIP batal mengusung Megawati menghadapi SBY. Sebagai ganti PDIP akan mencari figur yang lebih muda usainya.
"Jika ini yang terjadi, mudah menentukan sikap. Tinggal bergabung ke PDIP atau SBY," sambung Zul.
Keempat, mendadak Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan syarat pengusungan capres 20 persen dan 25 persen suara pemilu legislatif.
Maka ada banyak bakal capres yang maju dan kemenangan SBY sangat ditentukan pada kemampuannya mengendalikan perekonomian menjelang Pilpres.
"Jika ini terjadi, kemungkinan terpilihnya kepemimpinan baru terbuka lebar," kata dia lagi-lagi tanpa menjawab pertanyaan apakah PKS akan ajukan bakal capres sendiri.
(Rez/lh)











































