"Saya pikir dalam politik itu biasa," ujar Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, seusai Dialog Publik "Haruskah Pemilu Serempak"?, di Hotel Sultan, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2009).
Namun Yusril juga menilai jal yang lumrah, ketika SBY Mengapa menyampaikan itu pada saat rapat kordinasi dengan TNI Polri. "Bukan satu hal yang luar biasa. Saya saja yang kecil sering kena isu," imbuhnya sambil tersenyum.
Namun Yusril enggan berkomentar ketika sisinggung apakah ini bentuk kekhawatiran dari seorang SBY dengan adanya isu ini. "Kita hormati saja itu hal wajar," tuturnya.
Senada dengan Yusril, Fungsionaris Partai Golkar Slamet Effendi Yusuf, menganjurkan agar SBY tidak perlu mengkhawatirkan isu-isu yang belum diketahui kebenarannya.
"Anjuran saya, Pak SBY tidak harus ada kekhawatiran semacam itu," himbau Slamet.
Menurut Slamet, kalau calon presiden sudah memiliki kehendak, tidak perlu mengkhawatirkan apapun. "Berbuat saja sebaik-baiknya untuk bangsa ini," pungkasnya. (did/ndr)











































