PD Bantah SBY Desain Pilpres 2009 untuk Dirinya Vs Mega

PD Bantah SBY Desain Pilpres 2009 untuk Dirinya Vs Mega

- detikNews
Jumat, 30 Jan 2009 11:27 WIB
 PD Bantah SBY Desain Pilpres 2009 untuk Dirinya Vs Mega
Jakarta - Isu Pilpres 2009 menjadi pertarungan ulang SBY Vs Mega karena keinginan SBY dibantah keras Partai Demokrat (PD). Wakil Ketua Umum PD Ahmad Mubarok menegaskan SBY tidak memiliki watak perekayasa seperti yang dituduhkan.
 
"Tidak benar isu itu. Bukan tipenya Pak SBY melakukan rekayasa-rekayasa politik seperti itu. Beliau (SBY) selalu berbicara atas dasar fakta dan angka," kata Mubarok pada detikcom, Jumat (30/1/2009).

Menurut Mubarok, SBY memberikan kebebasan kepada para pimpinan parpol yang kadernya duduk di kabinet. Kalau kemudian para pimpinan parpol yang justru ingin tetap merapat dengan SBY, hal itu sah-sah saja dalam dunia politik.

"Pak SBY itu sangat demokratis. Memberikan kebebasan para parpol-parpol yang menjadi mitra koalisinya. Kalau kemudian justru pimpinan parpol itu yang mendekat, masa kita tolak? Jangan dibalik dan disalahkan ke Pak SBY," pinta Mubarok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mubarok menegaskan, partainya sampai saat ini tidak pernah membicarakan koalisi menjelang Pilpres 2009. Hal ini karena partai berlambang bintang 4 itu masih berkonsentrasi membangun konsolidasi internal partai untuk memenangkan Pemilu Legislatif April mendatang.

"Kita belum sedikitpun menyinggung soal koalisi menghadapi Pilpres besok karena selain beliau (SBY) masih sibuk dengan pengabdian di masa-masa terakhirnya sebagai presiden sebelum pemilu, partai juga sedang konsolidasi untuk menjadi pemenag pemilu," terang guru besar UI ini.

Sebelumnya beredar isu mencuatnya peta pertarungan capres yang hanya menyebut nama Megawati dan SBY merupakan desain dari tim SBY. Isu itu menyebutkan langkah tim SBY ini dimaksudkan untuk mempermudah peta pertarungan antara Mega dan SBY pada Pilpres 2009 mendatang.
(yid/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini