Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono pun tidak membantah kemungkinan koalisi alternatif itu.
"Kalau menyangkut pemilihan presiden dan wakil presiden tentu koalisi akan
disinggung. Nanti dibicarakan di rapat konsultasi nasional," kata Agung di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/1/2009).
Agung mengatakan, Partai Golkar sudah menginventarisir 7 nama capres. Menurut dia, jumlah nama itu kemungkinan berkurang jika ada nama-nama yang diinventarisir sudah dipinang partai lain sebagai capres ataupun cawapres.
"Tokoh Partai Golkar yang sudah dipinang partai lain, ya tentu tidak akan
diusung Partai Golkar," ujarnya.
Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR Priyo Budi Santoso mengatakan hal serupa.
"Saat ini semuanya terhipnotis pada rivalitas SBY-Mega. Golkar siap saja untuk menggagas koalisi alternatif," kata dia kepada detikcom.
Priyo menyebut ini sebagai ijtihad politik. Namun, menurut Ketua DPP Partai Golkar ini, jika Golkar mengusung capres sendiri belum saatnya untuk menyebutkan.
"Demi kesantunan politik, saya kira belum saatnya selama pemerintahan SBY-JK masih berjalan," ujarnya.
(Rez/aan)











































