"Hitungannya bukan bulan lagi, tapi sudah hari, dan mungkin jam. Ada baiknya dibahas kembali tentang penetapan capres Golkar tidak harus menunggu pemilu," kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/1/2009).
Bahkan Agung mengakui sudah muncul tekanan dari internal partai untuk membahas dan menetukan figur capres Partai Golkar sebelum pemilu legislatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktunya yang terbaik saya kira pada rapat kordinasi nasional," jawabnya.
Dikatakan Agung, Partai Golkar diharapkan cepat mengambil sikap soal capres dan cawapres itu. Hal ini, menurut pria yang menjabat Ketua DPR itu, justru karena dinamika politik sudah semakin tinggi.
Apalagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat (PD) sudah mulai berancang-ancang dengan capresnya
Hanya saja, menurut Agung, mempercepat pembahasan capres Partai Golkar baru sebatas usulan. Jika rapat nanti tetap menentukan pembahasan capres setelah pemilu, seperti kebijakan awal partai, Agung pun mengakui partainya tidak akan memaksakan diri.
"Tetap membahasnya pasca pemilu," pungkas dia.
(Rez/nwk)










































