"Kami tidak mempermasalahkan iklan pemerintah tersebut. Biarlah masyarakat yang menilainya. Kritik-kritik dari partai oposisi itu kan wajar saja, kenapa panik? Kalau memang apa yang diungkapkan benar, kenapa kebakaran jenggot dan emosi? Kritik kami berdasarkan data dan realitas,'kata Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo pada detikcom, Kamis (29/1/2009).
Menurut ketua FPDIP ini, kritik-kritik Megawati pada pemerintahan SBY semuanya berdasarkan data dan fakta di lapangan. Karena itu, seharusnya sebagai pemimpin yang arif, SBY bukan membalas kritik-dengan kritik dan emosi, tetapi dengan memperbaikinya agar masyarakat merasakan kebijakan yang menguntungkan rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya mengenai dugaan banyaknya iklan Partai Demokrat yang tidak sesuai fakta dan data, Tjahjo menyerahkan sepenuhnya pada rakyat untuk menilai.
"Kalau soal itu, biarkan masyarakatlah yang merasakan dan pengamat ahlilah yang bisa menilai kebenarannya secara obyektif," pungkas caleg dari dapil di Jateng ini.
Dalam iklan terbaru Partai Demokrat yang menjual SBY, kubu yang sedang berkuasa itu seolah menjawab kritik Megawati tentang yoyo. Potongan iklan yang termuat di media cetak edisi Kamis (29/1/2009) itu menulis, 69% Rakyat PUAS atas kinerja Pemerintahan Presiden SBY (sumber: Lembaga Survei Indonesia 2009).
Selanjutnya, iklan satu halaman itu juga menuliskan daftar 'Apa yang turun?' Rincian yang turun adalah BBM turun hingga 3x, pengangguran, rasio utang, tarif angkutan, tarif listrik dan harga sembako. Dan tak lupa menjawab ejekan Mega, yoyo dengan tulisan 'Apa yang naik?' disebelah kanannya yang dirinci dengan penjelasan perekonomian terus tumbuh, cadangan devisa, anggaran pendidikan, anggaran kesehatan dsb.
PDIP sendiri hari ini juga memasang iklan di media cetak meskipun tidak selebar PD yang isinya rakyat harusnya bisa mendapatkan harga BBM lebih murah lagi. (yid/nrl)











































