Vis a Vis SBY-Mega Menguat, PKS Siap Inisiasi Poros Alternatif

Vis a Vis SBY-Mega Menguat, PKS Siap Inisiasi Poros Alternatif

- detikNews
Kamis, 29 Jan 2009 10:30 WIB
Vis a Vis SBY-Mega Menguat, PKS Siap Inisiasi Poros Alternatif
Jakarta - Semakin dekatnya waktu pemilihan presiden, sejumlah partai politik terus mencari celah untuk dapat berkuasa. PDIP memilih langkah tegas dengan mengawali manuvernya mengodok cawapres. SBY masih malu-malu berkoalisi karena penasaran dengan perolehan suara partai demokrat di Pemilu 2009.

Golkar yang menjadi partai penopang utama pemerintahan SBY-JK, mulai agak gusar karena banyak kader potensialnya yang 'dibajak' partai lain. Belum lagi kekesalan Golkar akibat 'kenakalan' Partai Demokrat yang memborong klaim keberhasilan pemerintahan SBY-JK untuk konsumsi kampanye Partai Demokrat.

Semua fenomena politik ini cukup menjadi perhatian dari partai yang mengkampanyekan bersih dan jujur, PKS. Partai yang dibangun dari militanisme Islam ini, sedang menunggu langkah partai babon di Indonesia, Golkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika pada akhirnya Golkar hanya puas dengan membebek SBY, PKS tak akan segan-segan untuk menggalang kekuatan alternatif yang diberi nama poros alternatif. Poros ini akan mengumpulkan semua kekuatan politik yang sudah mengitari kekuatan SBY (poros/blok S) dan dan kekuatan Megawati (poros/blok M).

"Sebenarnya, partai-partai papan tengah ini sedang menunggu langkah politik dari Partai Golkar. Apakah kalau Golkar menjadi pemenang pemilu tetap puas dengan menjadi wakilnya SBY atau maju sendiri,"kata Ketua DPP PKS bidang perencanaan, Mahfudz Siddiq, pada detikcom, Rabu (28/1/2009).

"Kalau Golkar tidak mengambil inisiatif apa-apa jika menjadi pemenang pemilu dan cenderung menguatkan poros yang ada, PKS siap mengambil inisiatif (membentuk poros alternatif)," ancam Ketua FPKS DPR ini.

Menurut Mahfudz, sampai saat ini, sikap PKS masih pasif terkait capres dan cawapres yang akan didukung dalam pilpres 2009. Hal ini disebabkan karena semua wacana dan manuver politik mengenai capres dan cawapres akan sia-sia saja jika hasil pemilu legislatif mengubah peta yang ada selama ini.

"Posisi dan sikap kita memang pasif. Tidak hanya dengan PDIP yang menggagas duet Mega-Hidayat. Dengan SBY pun kita juga pasif. Kita menunggu hasil pemilu legislatif nanti. Karena hasil pileg-lah ukuran yang paling pas untuk menjadi pijakan kita bergerak," terang Mahfudz.

Meski demikian, Mahfudz tak membantah jika partainya telah menyiapkan berbagai kemungkian strategi menghadapi mengerucutnya pertarungan SBY-Mega. Salah satunya dengan menjalin komunikasi politik dengan partai-partai berbasis pendukung Islam yang selama ini menjadi partai menengah seperti PPP, PAN dan PKB.

"Ide ini akan terus dikomunikasikan dengan berbagai kalangan. Kalau ada pertemuan-pertemuan pendahuluan nggak apa-apa. Yang penting kita sudah menyiapkan semuanya, termasuk menyiapkan 8 kader kita sebagai capres," pungkas  Mahfudz.

(yid/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini