"Ada proses spiritual vertikal. Kalau orang mau jadi presiden itu harus dibersihkan hatinya," kata SB dalam kesempatan berdiskusi di kantor redaksi detikcom, Jl Raya Warung Buncit, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2009).
"Kalau Sultan mungkin harus semedi dululah," kelakar SB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, kata SB, keluarganya tidak mendukung bila dia menjadi presiden.
"Istri saya bilang, Anda orang yang baik ini bagaimana kalau nanti jadi presiden? Fotonya diinjak-injak dan dibakar, saya nggak rela," ucap SB menirukan sang istri.
Sementara konstitusi sendiri, menurut SBY, masih membatasi individu untuk dicalonkan partai menjadi presiden. Apa itu? Tak lain dan tak bukan adalah aturan bahwa setiap partai berhak mengajukan capres bila mendapatkan 20 kursi saat Pemilu Legislatif.
"Tapi saya yakin, nanti akan ada titik temu siapa calonnya di PAN. Dan tidak akan ada ribut-ribut di PAN," pungkasnya. (irw/nrl)











































