"Yang lain pada mengikuti. Yang punya kesadaran terbatas itu, semua follower. JK, Prabowo, SBY, semua follower," kata pria yang kerab disapa SB itu saat berdiskusi di kantor redaksi detikcom, Jl Raya Warung Buncit, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2008).
SB mengungkapkan, iklan politiknya di berbagai media beberapa waktu lalu bertujuan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap sosoknya. Hasilnya, kata SB, cukup menggembirakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, lanjut politisi asal Pekalongan, Jawa Tengah, ini, iklan merupakan stategi yang jitu dalam rangka menghadapi pemilu. Dia bersama partai yang dipimpinnya kini tengah mempersiapkan iklan yang produktif menjelang pemilu.
"Tanggal 20 Februari (2009) kita buat iklan yang pas dan tidak menyinggung rakyat, rakyat kan lagi susah," jelasnya.
Kendati demikian, menurut SB, tanpa iklan pun PAN yakin memperoleh 84 kursi di parlemen. Keyakinan itu berdasarkan pemetaan politik PAN dimana dari 77 daerah pemilihan (Dapil), hanya 7 dapil yang rawan. (irw/lrn)











































